Rabu, 13 Mei 2015

MEMBENTAK ANAK MERUSAK SEL OTAK ANAK

MEMBENTAK ANAK MERUSAK SEL OTAK ANAK
Sumber mulimuna.com :http://on.fb.me/VgyYWx   TIPS TUMBUH KEMBANG ANAK DARI DOKTER ANAK.







Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak milyaran sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.
Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya.
Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Tidak hanya itu, juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya.
Teriakan dan Bentakan menghasilkan gelombang suara. Ya, hampir semua orang mengetahui itu. Yang belum banyak diketahui orang banyak adalah, bentakan yang disertai emosi seperti marah menghasilkan suatu gelombang baru.
Emosi negatif seperti marah mempunyai gelombang khusus yang merupakan gelombang yang dipancarkan dari otak. Gelombang ini dapat bergabung dengan gelombang suara orang yang berteriak. Nah, gabungan gelombang suara dan gelombang emosi marah ini menghasilkan gelombang ketiga dengan efek yang khusus.
Efek dari gelombang ketiga ini adalah sifat destruktifnya terhadap sel-sel otak orang yang dituju. Dalam satu kali bentakan saja, sejumlah sel-sel otak orang yang dijadikan target akan mengalami kerusakan saat dia terkena gelombang ini, baik bila dia mendengar suaranya atau pun tidak. Hal ini karena gelombang ketiga ini tetap merambat sebagaimana dia gelombang suara tapi langsung ditangkap oleh otak sebagaimana gelombang otak.
Efek kerusakan pada sel-sel otak akan lebih besar pada anak-anak yang dijadikan sasaran bentakan ini. Pada remaja dan orang dewasa mengalami kerusakan yang tidak sebesar anak-anak, tapi tetap saja terjadi kerusakan.
Efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalunya. Mereka lebih banyak melamun serta termasuk lambat dalam memahami sesuatu. Orang-orang ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih. Mereka biasanya seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup, karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Semuanya akibat dari sel-sel otaknya yang aktif lebih sedikit dari yang seharusnya.
Oleh karena itu, sebagai orang tua, pendidik, ataupun orang yang lebih tua dari ‘mereka’, sebaiknya memilih sikap yang lebih kreatif dalam menghadapi tingkah anak yang mungkin kurang baik. Seringkali orang tua bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi. Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan. Jangan menyamakan anak dengan orang dewasa. Orang tua hendaknya menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa.
Harus diakui, orang tua yang habis kesabarannya sering membentak dengan kata-kata yang keras bila anak-anak menumpahkan susu di lantai, terlambat mandi, mengotori dinding dengan kaki, atau membanting pintu. Sikap orang tua tersebut seperti polisi menghadapi penjahat. Sebaliknya, orang tua sering lupa untuk memberikan perhatian positif ketika anak mandi tepat waktu, menghabiskan susu dan makanannya, serta memberesi mainannya. Padahal seharusnya, antara perhatian positif dengan perhatian negatif harus seimbang.
Mari yuk selalu memberi pujian tulus dan pelukan kasih sayang kepada anak-anak kita agar kelak menjadi anak yang cerdas berjiwa penuh kasih sayang

SMART BRAIN CREATIVITY LEARNING SYSTEM FOR STUDENTS

PROGRAM  PELATIHAN EKSTRA KURIKULER


KURSUS DISAIN  GRAFIS  SEBAGAI  KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SEKOLAH MELENGKAPI  STANDARD KOMPETENSI



Perkembangan Bisnis seiring kemajuan teknologi Digital Printing membawa perubahan yang pesat akan kebutuhan advertising atau media periklanan di kota-kota besar saat ini seperti brosur, majalah, baliho, x-banner, stiker, one-way dan lain-lain. Hal ini tidak lepas dari peran Disain Grafis sebagai salah satu jenis ketrampilan yang akan saya berikan ketrampilan ini kepada siswa SMA, SMK sebagai bahan pengajaran Ekstrakurikuler untuk dapat dikembangkan disekolah-sekolah, sebagaimana ketrampilan lainnya yang digandrungi siswa seperti basket, futsal, dance dan lain-lain.


Tulisan ini adalah rangkaian tulisan dari Seri pengajaran SMART BRAIN CREATIVITY LEARNING SYSTEM  (SBCL System). SBCL System adalah pengenalan dasar-dasar rancangan akan bentuk-bentuk pola garis, manipulasi garis, kurva yang membentuk pola Vektor serta kombinasi vektor dan Bitmap untuk keperluan tertentu. Proses perancangan mulai dari dasar dan sangat membutuhkan kreativitas yang merupakan peran dari otak kanan, dan inilah suatu kesempatan untuk menggembangkan kreativitas otak melatih imajinasi.





Kegiatan Ekstrakurikuler ini adalah  suatu langkah terobosan baru yang belum pernah ada sebelumnya, siswa dibekali dengan dasar-dasar:


1.      Corel Draw

2.      Photoshop

3.      Microsoft  PowerPoint                    

4.      Microsoft  Exel

5.      Microsoft  Word

6.      Digital Printing

7.      Bahasa Inggris seputar Grafis

8.      Konvert file PDF, PSD, JPG

9.      Make your BLOG On-Line

10.  Conect Your Blogg into Facebook, Twitter dan BBM

11.  Olah Video dengan Ulead Video

12.  Burning CD

13.  Photography

Contoh :
































Demikian tulisan ini dan akan dilanjutkan di kelas nanti secara lebih Detail, terima kasih atas kunjungan anda di Blog saya dan untuk anda yg ingin bertanya dapat menghubungi saya Bro Errik telp: 082187663675 PIN : 20C5FD20 E-MAIL : herrypalar@gmail.com



REPORT ANALISSA SIDIK JARI ANAK ANDA BERSAMA OPTIMA BRAIN JAKARTA








SEKILAS SINGKAT OPTIMA BRAIN
Empowering Your Potentials through
Finger Print Analysis



Puji syukur oleh anugerah Tuhan , kota Menado mendapat kesempatan oleh Optima Brain Jakarta untuk kami perkenalkan Produk Teknologi Terbaru yakni Mesin Sidik Jari sebagai alat bantu untuk mendeteksi arah kecerdasan dan bakat anak anak / putra putri kita.
Analisa Sidik Jari atau Finger Print Analysis (FPA) adalah sistem analisis sidik jari manusia yang didisain untuk mengungkap potensi, kecerdasan majemuk seseorang secara genetik dalam kaitannya dengan karakteristik/ gaya pribadi, gaya belajar dan sebagainya

FPA merupakan metode ilmiah yang di dasari oleh berbagai disiplin ilmu seperti Studi Ilmiah Dermatoglyphics, Ilmu Medis, Ilmu Anatomi – khususnya Fungsi Otak, Psikologi Modern, dan Teknologi Biometri Komputer, di kembangkan oleh Prof. Prof Howard Gardner of Harvard University tahun 1983.

FPA merupakan alat belajar agar sesorang bisa mengenal dirinya sendiri lebih baik dan membantu mengenal orang lain juga dengan baik.

FPA adalah hasil aplikasi dari teori ilmiah terkini menggunakan sistem dan penjelasan yang terkomputerisasi dan telah melalui jutaan sampel statistik sidik jari manusia.


Demikian uraian singkat Produk Jasa Edukatif dari Optima Brain dan untuk lebih jelasnya dapat anda ikuti dalam acara ini yang akan di Presentasikan langsung oleh Bapak Ferdinand dari Optima Brain Jakarta.
Contact Person : Errik 082187663665